Ibadah
haji merupakan ibadah yang agung, yang menunjukkan tanda-tanda
kekuasaan Allah Azza Wajalla, menyimpan rahasia yang indah, hikmah yang
bermacam, keberkahan yang banyak, manfaat yang terlihat, baik itu dalam
peringkat individu maupun masyarakat. Diantara hikmah dan manfaat yang
terkandung di dalamnya adalah :
1
- Perwujudan ubudiyah kepada Allah Ta'ala : karena kesempurnaan makhluk
ada pada perwujudan ubudiyahnya kepada Allah, setiap kali perwujudan
ubudiyah seorang hamba bertambah maka akan bertambah pula
kesempurnaannya, dan tinggilah derajatnya di sisi Allah.
Dalam
ibadah haji makna semacam ini nampak jelas, karena di dalamnya terbukti
penghinaan diri kepada Allah, tunduk di hadapan-Nya, karena jamaah haji
meninggalkan kelezatan dunia dan berhijrah kepada Rabbnya. Meninggalkan
hartanya, keluarganya dan tanah airnya, sederhana dalam pakaiannya,
terbuka kepalanya, tawadhu kepada Rabbnya, meninggalkan wangian dan
wanita, berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain dengan hati yang
khusyuk, air mata yang mengalir, lisan yang selalu berdzikir
mengharapkan rahmat Rabbnya, dan takut akan adzab-Nya.
Kemudian
syiar jamaah haji semenjak ihramnya hingga melempar Jumrah Aqabah dan
mencukur ( Labbaika Allahumma Labbaika, Labbaika Laa Syariika Laka
Labbaika )
Maknanya adalah : Ya Allah, aku tunduk kepada-Mu, melaksanakan perintah-Mu, bersiap mengemban amanah yang Engkau Bebankan, karena mentaati-Mu, berserah diri tanpa paksaan atau keraguan.
Maknanya adalah : Ya Allah, aku tunduk kepada-Mu, melaksanakan perintah-Mu, bersiap mengemban amanah yang Engkau Bebankan, karena mentaati-Mu, berserah diri tanpa paksaan atau keraguan.
Dan
Talbiyah ini melembutkan perasaan jamaah haji, dan mengisyaratkan
kepadanya bahwa dia – sejak keluar berpisah dengan keluarganya – datang
menghadap Rabbnya, melepaskan diri dari adat-adat dan kenikmatannya,
menanggalkan kebanggaan dan keistimewaannya.
Dan tawadhu dan penghinaan diri seperti ini memiliki kedudukan yang agung disisi Allah Taalaa karena merupakan kesempurnaan hamba dan keindahannya, dan tujuan ubudiyah yang agung, dengan sebabnya menghapuskan bekas-bekas dosa dan kegelapannya dari seorang hamba, sehingga dia masuk kedalam kehidupan yang baru yang penuh dengan kebaikan dan kebahagiaan.
Dan tawadhu dan penghinaan diri seperti ini memiliki kedudukan yang agung disisi Allah Taalaa karena merupakan kesempurnaan hamba dan keindahannya, dan tujuan ubudiyah yang agung, dengan sebabnya menghapuskan bekas-bekas dosa dan kegelapannya dari seorang hamba, sehingga dia masuk kedalam kehidupan yang baru yang penuh dengan kebaikan dan kebahagiaan.
Maka apabila keadaan ini mendominasi para jamaah haji, hingga ubudiyah
kepada Allah memenuhi hatinya dan ketika itu inilah yang menjadi
penggerak kenapa mereka datang dan meninggalkan – maka mereka akan
membuat keajaiban-keajaiban bagi kemanusiaan, dan membebaskan mereka
dari kedholiman, kesengsaraan, dan sifat kehewanan.
2 - Menegakkan dzikir kepada Allah Taalaa karena dzikir merupakan tujuan yang paling agung dalam seluruh ibadah, dimana ibadah tidak disyariatkan kecuali karenanya, dan tidak manusia bertaqarrub dengan sesuatu yang menyerupainya.
2 - Menegakkan dzikir kepada Allah Taalaa karena dzikir merupakan tujuan yang paling agung dalam seluruh ibadah, dimana ibadah tidak disyariatkan kecuali karenanya, dan tidak manusia bertaqarrub dengan sesuatu yang menyerupainya.
Makna
seperti ini nampak dengan sejelas-jelasnya dalam ibadah haji, tidaklah
disyariatkan thawaf mengelilingi Kabah, tidak juga Syai antara Shafa dan
Marwah, tidak juga melempar Jumrah kecuali untuk menegakkan dzikir
kepada Allah.
Artinya
: Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya
mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan. [ QS Al Hajj : 28 ]
[985] Hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari tasyriq, Yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
وقال:"
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلاً منْ رَبِّكُمْ فَإِذَا
أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ
الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ
لَمِنَ الضَّالِّينَ () ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ () فَإِذَا
قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ
أَوْ أَشَدَّ ذِكْرا () " [البقرة
Artinya : 198.
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan)
dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat,
berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam(bukit Quzah di Muzdalifah)
dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang
ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar
Termasuk orang-orang yang sesat.
199.
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak
('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
200.
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikirlah
dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut
(membangga-banggakan) nenek moyangmu[126], atau (bahkan) berdzikirlah
lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya
Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia", dan Tiadalah baginya
bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
3 - Keterikatan kaum muslimin dengan kiblat mereka : dimana mereka memalingkan wajah kearahnya dalam shalat fardhu mereka lima kali dalam sehari.
Dalam ikatan ini ada rahasia yang begitu menakjubkan, karena memalingkan wajah mereka dari menghadap ke barat yang kafir, atau timur yang atheis, sehingga kekal izzah dan kemuliaan mereka.
3 - Keterikatan kaum muslimin dengan kiblat mereka : dimana mereka memalingkan wajah kearahnya dalam shalat fardhu mereka lima kali dalam sehari.
Dalam ikatan ini ada rahasia yang begitu menakjubkan, karena memalingkan wajah mereka dari menghadap ke barat yang kafir, atau timur yang atheis, sehingga kekal izzah dan kemuliaan mereka.
4
- Bahwa haji merupakan kesempatan agung untuk menghadap kepada Allah
dengan bermacam taqarrub : dimana dalam ibadah haji terkumpul berbagai
ibadah yang tidak ditemukan dalam ibadah lain, dimana didalamnya ada
ibadah yang lain seperti sholat lima waktu dan ibadah lain yang
dilakukan dalam haji maupun diluarnya.
Namun wukuf hanya ada dalam ibadah haji, begitu juga bermalam diMuzdalifah, melempar Jumrah, menyembelih hadyu, dan amalan haji yang lain.
Namun wukuf hanya ada dalam ibadah haji, begitu juga bermalam diMuzdalifah, melempar Jumrah, menyembelih hadyu, dan amalan haji yang lain.
5
- Ibadah haji merupakan wasilah yang agung untuk menggugurkan
kesalahan,dan mengangkat derajat : karena haji menghancurkan dosa yang
sebelumnya.
Nabi
shallawahu alaihi wasallam berkata kepada Amru bin Ash radhiallahu anhu
: ( tahukah engkau bahwa Islam menghancurkan dosa yang sebelumnya, dan
bahwa hijrah menghancurkan dosa sebelumnya, dan bahwa haji menghancurkan
dosa yang sebelumnya ) HR Muslim.
Haji merupakan ibadah yang paling afdhol setelah iman dan jihad sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.
Dari
Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : ( Nabi shallawahu alaihi
wasallam ditanya : amal apa yang paling afdhol ? Beliau menjawab : Iman
kepada Allah dan RasulNya. Ditanya : Kemudian apa ? Beliau menjawab :
Jihad dijalan Allah, Ditanya lagi : Kemudian apa ? Beliau menjawab :
Haji yang mabrur ) HR Imam Bukhari.
Haji merupakan jihad yang paling afdhol dalam kondisi tertentu.
فعن
عائشة - رضي الله عنها - قالت: (قلت: يا رسول الله! نرى الجهاد أفضل
الأعمال؛ أفلا نجاهد؟ قال: لكن أفضل الجهاد حج مبرور) رواه البخاري
Dari
Aisyah radhiallahu anha berkata : ( Aku bertanya : Ya Rasulullah ! Kami
melihat bahwa jihad adalah amal yang paling afdhol, maka kenapa kita
tidak berjihad ? Beliau berkata : akan tetapi jihad yang paling afdhol
adalah haji mabrur ) HR Imam Bukhari.
Dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.
Rasulullah
shallawahu alaihi wasallam bersabda : Dari umrah ke umrah yang
selanjutnya merupakan penebusan dosa diantara keduanya, dan haji yang
mabrur tidak ada balasannya kecuali surga ) HR Imam Muslim.
Jamaah
haji kembali dengan ampunan seluruh dosanya seperti hari dilahirkan
ibunya apabila hajinya mabrur sebagaimana disebutkan dalam hadits
shahih.
قال النبي - صلى الله عليه وسلم -: (من حج هذا البيت فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه) رواه البخاري ومسلم.
Nabi
shallawahu alaihi wasallam : ( barangsiapa berhaji dan tidak berbuat
keji dan dosa maka dia kembali seperti hari dilahirkan ibunya ) HR Imam Bukhari dan Muslim.
6 - Ibadah haji memberikan cerita kenangan yang indah
bagi yang mengalaminya, sehingga kita sering mendengar kisah mereka
yang indah-indah ketika berhaji. Seperti karamah-karamah yang terjadi
pada sebagian jamaah haji yang kesemuanya benar-benar menunjukkan
kebesaran Allah Azza Wajalla.
Dan banyak lagi rahasia dan hikmah dari haji yang belum tersampaikan disini, semoga Allah Memberikan haji yang mabrur bagi jamaah haji kita juga Memberikan kemudahan bagi mereka yang belum berhaji.
Wallahu Alam bishowab.
Dan banyak lagi rahasia dan hikmah dari haji yang belum tersampaikan disini, semoga Allah Memberikan haji yang mabrur bagi jamaah haji kita juga Memberikan kemudahan bagi mereka yang belum berhaji.
Wallahu Alam bishowab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar